Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Sebuah Nasehat yang Saya Ingat Materi KBMN PGRI gelombang 35 pertemuan ke-20 Bersama Omjay

SEBUAH NASIHAT YANG SAYA INGAT

Materi KBMN PGRI Gelombang 35 – Pertemuan ke-20

Narasumber: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia | Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Tema: Sebuah Nasihat yang Saya Ingat

A. Pembukaan: Nasihat yang Mengubah Jalan Hidup

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sehat dan bahagia untuk Bapak dan Ibu guru hebat di seluruh Indonesia.

Apa kabar semuanya? Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat untuk terus belajar serta berbagi ilmu kepada sesama.

Malam ini kita kembali bertemu dalam kegiatan Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35, yang telah memasuki pertemuan ke-20. Tidak terasa, perjalanan belajar menulis kita sudah semakin jauh. Ada peserta yang terus bersemangat menulis setiap hari, ada yang masih berjuang mencari ide, dan mungkin ada pula yang sesekali kehilangan motivasi.

Apa pun keadaan kita saat ini, jangan pernah berhenti belajar. Sebab, setiap perjalanan selalu menghadirkan pelajaran yang berharga.

Malam ini, Omjay masih bertugas di Bali. Di tengah kegiatan dan pengalaman yang Omjay jalani di sini, Omjay ingin mengajak Bapak dan Ibu guru merenungkan sebuah tema sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan kita: Sebuah Nasihat yang Saya Ingat.

Pernahkah Bapak dan Ibu menerima nasihat dari orang tua, guru, sahabat, pasangan, atau bahkan murid yang sampai hari ini masih melekat dalam ingatan?

Mungkin nasihat itu hanya disampaikan dalam satu kalimat. Namun, kalimat tersebut mampu mengubah cara kita berpikir, mengambil keputusan, menjalani kehidupan, bahkan menentukan masa depan.

Nasihat yang baik tidak selalu datang melalui pidato panjang. Terkadang, ia hadir dalam percakapan sederhana, diucapkan dengan penuh kasih sayang, dan terus hidup dalam hati kita bertahun-tahun kemudian.

B. Mengapa Nasihat Begitu Berharga?

Nasihat adalah pesan, petunjuk, atau arahan yang diberikan seseorang agar kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Nasihat dapat menjadi pengingat ketika kita mulai melupakan tujuan, penyemangat ketika kita hampir menyerah, dan penuntun ketika kita menghadapi kesulitan.

Dalam kehidupan seorang guru, nasihat memiliki tempat yang istimewa. Guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga membantu peserta didik membangun karakter, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.

Ada nasihat yang baru kita pahami setelah bertahun-tahun berlalu. Ketika masih muda, kita mungkin menganggapnya biasa saja. Namun, setelah mengalami kegagalan, kehilangan, perjuangan, dan keberhasilan, barulah kita menyadari betapa dalam maknanya.

Sebagai contoh, nasihat sederhana, "Jangan takut gagal, tetapi takutlah jika tidak pernah mau mencoba," dapat menjadi pegangan bagi seorang guru yang sedang belajar menggunakan teknologi baru.

Demikian pula nasihat, "Jangan menunggu sempurna untuk memulai," dapat mendorong seseorang yang ingin menulis buku, tetapi selalu merasa tulisannya belum cukup bagus.

Kita tidak harus menjadi orang yang paling pintar untuk memberikan manfaat. Kita hanya perlu bersedia belajar, berbuat baik, dan membagikan pengalaman yang dapat menginspirasi orang lain.

C. Nasihat untuk Penulis Pemula: Menulislah Setiap Hari

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang Omjay banggakan,

Ada satu nasihat yang sangat relevan dengan perjalanan kita saat ini:

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

Kalimat ini bukan sekadar ajakan untuk memenuhi halaman kosong. Di dalamnya terdapat semangat untuk membangun kebiasaan, melatih keberanian, dan membuktikan bahwa kemampuan menulis dapat tumbuh melalui latihan yang konsisten.

Tidak semua tulisan harus langsung bagus. Tidak semua artikel harus dibaca ribuan orang. Tidak setiap pengalaman harus menghasilkan pujian.

Yang paling penting adalah kita mau memulai.

Ketika pertama kali menulis, mungkin kita hanya mampu menghasilkan satu paragraf. Besok kita mencoba dua paragraf. Beberapa hari kemudian, kita mulai mampu menyusun cerita yang lebih panjang dan teratur.

Lama-kelamaan, kita akan menemukan gaya bahasa sendiri, memahami cara menyusun alur, dan belajar menyampaikan pesan kepada pembaca.

Omjay telah menjalani perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan kepenulisan. Pengalaman mengajar, menulis di blog, serta berbagi melalui komunitas guru mengajarkan bahwa karya tidak lahir hanya dari keinginan. Karya lahir dari kebiasaan yang dipelihara.

Blog dapat menjadi rumah bagi gagasan kita. Artikel dapat menjadi jejak perjalanan hidup. Buku dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Jangan menunggu menjadi penulis terkenal untuk mulai menulis. Mulailah dari pengalaman yang paling dekat dengan kehidupan kita.

Tulislah pengalaman mengajar hari ini. Tulislah percakapan yang menyentuh hati. Tulislah nasihat orang tua yang masih kita ingat. Tulislah kegagalan yang membuat kita lebih kuat.

Sebab, pengalaman yang menurut kita biasa saja bisa menjadi pelajaran yang luar biasa bagi orang lain.

D. Nasihat Orang Tua dan Guru yang Tidak Mudah Dilupakan

Coba kita kembali mengingat masa kecil.

Mungkin ada seorang ibu yang berpesan, "Jangan lupa berdoa sebelum melakukan sesuatu."

Mungkin ada seorang ayah yang mengingatkan, "Jadilah orang yang jujur meskipun tidak ada yang melihat."

Mungkin ada seorang guru yang berkata, "Kamu pasti bisa asalkan mau berusaha."

Kalimat-kalimat seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika kita menghadapi persoalan hidup, nasihat tersebut dapat muncul kembali dan membantu kita menentukan pilihan.

Bagi seorang guru, nasihat yang diberikan kepada murid juga dapat meninggalkan jejak panjang. Kita mungkin lupa pernah mengucapkannya, tetapi murid kita bisa jadi masih mengingatnya sampai dewasa.

Karena itu, berhati-hatilah dalam berkata-kata kepada peserta didik. Jangan mudah memberi label bahwa seorang anak bodoh, malas, atau tidak memiliki masa depan.

Lebih baik katakan, "Kamu masih bisa belajar. Mari kita coba bersama-sama."

Perkataan yang merendahkan dapat mematahkan semangat. Sebaliknya, perkataan yang membangun dapat menumbuhkan keberanian.

Inilah salah satu tanggung jawab moral seorang guru: menyampaikan ilmu sekaligus menanamkan harapan.

E. Pengalaman Menjadi Guru: Nasihat Harus Disertai Keteladanan

Dalam dunia pendidikan, nasihat akan lebih kuat apabila disertai contoh nyata.

Seorang guru dapat meminta muridnya disiplin, tetapi ia juga perlu menunjukkan kedisiplinan. Guru dapat mengajak murid membaca, tetapi ia sebaiknya memperlihatkan kebiasaan membaca. Guru dapat meminta murid menulis, tetapi akan lebih baik jika ia sendiri juga menulis.

Omjay mengajak Bapak dan Ibu melihat hubungan antara nasihat dan keteladanan melalui kegiatan sederhana.

Bayangkan seorang guru berkata kepada muridnya, "Jangan pernah berhenti belajar."

Murid tersebut kemudian melihat gurunya tetap mengikuti pelatihan, membaca buku, mempelajari teknologi, dan menulis artikel meskipun sudah bertahun-tahun mengajar.

Pesan itu menjadi lebih bermakna karena murid menyaksikannya secara langsung.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, Omjay memandang bahwa perkembangan teknologi menuntut kita untuk terus belajar. Perubahan digital, kecerdasan artifisial, dan pembelajaran koding membuka peluang baru, tetapi juga menghadirkan tantangan.

Guru tidak harus mengetahui segala sesuatu. Guru perlu memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa dirinya masih harus belajar.

Kecerdasan artifisial dapat membantu kita mencari ide, menyusun kerangka, dan memperbaiki tulisan. Namun, pengalaman pribadi, kejujuran, pertimbangan moral, dan tanggung jawab penulis tetap penting.

Gunakan teknologi untuk membantu pekerjaan, bukan untuk menghilangkan proses berpikir dan belajar.

Nasihat Omjay untuk peserta KBMN malam ini adalah: Jadilah guru yang terus belajar, penulis yang terus berlatih, dan manusia yang tidak berhenti memperbaiki diri.

F. Kisah Omjay yang Masih Bertugas di Bali

Bapak dan Ibu guru yang berbahagia,

Saat ini Omjay masih bertugas di Bali. Berada jauh dari rutinitas mengajar di Jakarta memberikan kesempatan untuk melihat dunia pendidikan dan teknologi dari sudut pandang yang lebih luas.

Dalam rangkaian kegiatan ICANN87 Annual General Meeting di Bali, Omjay berkesempatan mengenal pembahasan mengenai ekosistem internet, nama domain internasional, DNS, dan pentingnya akses internet yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan beragam bahasa.

Pengalaman tersebut mengingatkan Omjay bahwa belajar tidak mengenal batas ruang dan usia. Seorang guru dapat terus menambah wawasan melalui pertemuan, diskusi, pengamatan, dan perjumpaan dengan orang-orang yang memiliki pengalaman berbeda.

Apa yang kita pelajari di suatu tempat tidak seharusnya berhenti menjadi pengetahuan pribadi. Pengetahuan itu dapat diolah menjadi artikel, bahan pembelajaran, atau cerita inspiratif yang bermanfaat bagi orang lain.

Itulah salah satu alasan Omjay senang menulis pengalaman. Ketika mengikuti kegiatan di Bali, ada banyak hal yang dapat dipelajari. Ketika kembali ke sekolah, pengetahuan itu dapat dibagikan kepada murid dan rekan guru. Ketika dituangkan ke dalam tulisan, manfaatnya dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.

Dari pengalaman tersebut, kita dapat mengambil nasihat:

"Ke mana pun kita pergi, bawalah semangat belajar. Apa pun yang kita pelajari, carilah cara agar dapat bermanfaat bagi orang lain."

Kita tidak harus mengikuti kegiatan besar di luar kota untuk mendapatkan bahan tulisan. Pengalaman di ruang kelas, perjalanan menuju sekolah, percakapan dengan teman, dan interaksi dengan murid pun dapat menjadi sumber inspirasi.

Yang diperlukan adalah kemauan untuk memperhatikan, merenungkan, dan menuliskannya.

G. Cara Mengubah Nasihat Menjadi Tulisan yang Menyentuh

Bagaimana cara menulis kisah tentang sebuah nasihat agar menarik dan menyentuh pembaca?

Bapak dan Ibu dapat menggunakan langkah-langkah berikut.

1. Ingat kembali siapa yang memberikan nasihat.

Apakah nasihat itu berasal dari orang tua, guru, sahabat, pasangan, kepala sekolah, atau murid? Sebutkan sosok tersebut jika memang pantas dan diizinkan untuk diceritakan.

2. Ceritakan situasi ketika nasihat itu disampaikan.

Jangan langsung menuliskan nasihatnya. Ceritakan dahulu suasananya. Di mana peristiwa itu terjadi? Apa yang sedang kita alami? Mengapa nasihat tersebut muncul?

3. Tuliskan nasihat yang masih diingat.

Jika kita mengingat kalimat persisnya, tuliskan sebagaimana adanya. Jika tidak ingat secara persis, sampaikan sebagai inti pesan, bukan sebagai kutipan langsung.

4. Jelaskan perasaan kita saat mendengarnya.

Apakah kita merasa sedih, kecewa, marah, malu, termotivasi, atau justru belum memahami maknanya?

5. Ceritakan perubahan yang terjadi.

Apakah nasihat tersebut membuat kita berani mencoba lagi, memperbaiki hubungan, belajar lebih tekun, atau mengubah kebiasaan?

6. Tutup dengan pelajaran yang dapat dipetik pembaca.

Tulisan yang baik tidak hanya bercerita tentang diri sendiri. Tulisan yang baik juga mengajak pembaca menemukan makna dalam pengalaman tersebut.

Sebagai contoh, kita dapat memulai dengan kalimat:

"Saya masih ingat sebuah nasihat yang disampaikan seseorang ketika saya hampir menyerah. Saat itu, saya merasa usaha saya tidak menghasilkan apa-apa. Namun, kalimat sederhana yang ia ucapkan membuat saya berpikir kembali."

Setelah itu, lanjutkan dengan kisah nyata yang benar-benar pernah dialami.

Ingat, kekuatan tulisan bukan terletak pada dramatisasi cerita, melainkan pada kejujuran dan makna yang disampaikan.

H. Contoh Tulisan: Nasihat yang Selalu Saya Ingat

Berikut contoh singkat yang dapat dijadikan inspirasi. Bapak dan Ibu dapat menggantinya dengan pengalaman pribadi masing-masing.

Nasihat yang Menguatkan Langkah Saya

Ada kalanya kehidupan tidak berjalan sesuai dengan harapan. Kita telah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya belum terlihat. Kita mulai meragukan kemampuan diri sendiri dan bertanya apakah perjuangan ini layak diteruskan.

Dalam keadaan seperti itu, sebuah nasihat dapat menjadi cahaya kecil yang menerangi jalan.

"Jangan menyerah hanya karena hari ini belum berhasil. Teruslah belajar dan perbaiki apa yang masih kurang."

Kalimat tersebut mengingatkan saya bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk mengenali kelemahan dan memperbaiki langkah.

Saya kemudian memahami bahwa keberhasilan tidak selalu datang dengan cepat. Ada proses yang perlu dijalani, keterampilan yang perlu dilatih, dan kesabaran yang perlu dipelihara.

Hal yang sama berlaku ketika belajar menulis. Artikel pertama mungkin belum menarik. Tulisan berikutnya mungkin masih memiliki banyak kekurangan. Namun, setiap kali menulis dan memperbaiki karya, kita sedang membangun kemampuan.

Kini saya memahami bahwa nasihat yang baik bukan hanya kalimat yang enak didengar. Nasihat yang baik adalah pesan yang membuat kita berani melakukan perubahan.

Saya ingin terus belajar, terus menulis, dan terus berbagi. Semoga apa yang saya lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebab, hidup tidak hanya tentang seberapa banyak keberhasilan yang kita kumpulkan, tetapi juga tentang seberapa banyak kebaikan yang dapat kita bagikan.

I. Tugas Menulis Pertemuan ke-20

Sekarang, tibalah saatnya Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35 menulis kisah sendiri.

Judul tulisan: Sebuah Nasihat yang Saya Ingat

Tuliskan pengalaman nyata tentang satu nasihat yang masih melekat dalam ingatan hingga hari ini.

Panduan penulisan:

  1. Siapa yang memberikan nasihat tersebut?
  2. Kapan dan dalam situasi apa nasihat itu disampaikan?
  3. Apa isi nasihat yang masih Anda ingat?
  4. Bagaimana perasaan Anda ketika mendengarnya?
  5. Apakah nasihat tersebut mengubah sikap atau keputusan Anda?
  6. Apa pelajaran yang ingin Anda bagikan kepada pembaca?

Ketentuan tugas:

  • Panjang tulisan sekitar 400–700 kata.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik, jelas, dan mudah dipahami.
  • Utamakan pengalaman pribadi yang nyata.
  • Buat judul yang menarik dan sesuai dengan isi.
  • Tambahkan pesan atau refleksi pada akhir tulisan.
  • Periksa kembali ejaan dan tanda baca sebelum mengumpulkan karya.
  • Jika menggunakan AI untuk membantu penyuntingan, tetap pastikan isi tulisan berasal dari pengalaman dan pemikiran sendiri.

Tidak perlu menunggu tulisan sempurna. Mulailah dari apa yang Anda ingat. Jika baru mampu menulis satu paragraf, lanjutkan sedikit demi sedikit sampai menjadi cerita utuh.

J. Refleksi: Nasihat Apa yang Akan Kita Wariskan?

Sebelum mengakhiri pertemuan, Omjay ingin mengajak Bapak dan Ibu merenungkan tiga pertanyaan.

Pertama, nasihat apa yang paling membekas dalam hidup Anda?

Kedua, apakah Anda sudah menjalankan nasihat tersebut dalam kehidupan sehari-hari?

Ketiga, nasihat apa yang ingin Anda wariskan kepada murid, anak, keluarga, dan generasi berikutnya?

Mungkin kita tidak memiliki banyak harta untuk diwariskan. Namun, kita dapat meninggalkan tulisan, pengalaman, nilai kehidupan, dan nasihat yang menguatkan orang lain.

Seorang guru mungkin tidak selalu mengetahui dampak dari kata-katanya. Akan tetapi, satu nasihat yang tulus dapat menjadi pegangan seorang murid ketika ia menghadapi masa sulit bertahun-tahun kemudian.

Demikian pula sebuah artikel sederhana. Hari ini mungkin hanya dibaca oleh beberapa orang. Namun, suatu saat tulisan tersebut dapat ditemukan seseorang yang sedang membutuhkan semangat.

Karena itulah, jangan meremehkan kekuatan tulisan.

Teruslah menulis, bukan semata-mata demi popularitas, melainkan untuk mendokumentasikan pengalaman, menyebarkan pengetahuan, dan meninggalkan jejak kebaikan.

K. Penutup

Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35,

Pertemuan ke-20 ini mengajak kita memahami bahwa nasihat yang berharga tidak seharusnya berhenti sebagai kenangan. Nasihat itu perlu dihidupkan melalui tindakan dan dibagikan melalui tulisan.

Omjay masih bertugas di Bali, tetapi semangat belajar dan berbagi tetap dapat dilakukan di mana saja. Jarak bukan alasan untuk berhenti menulis. Kesibukan bukan alasan untuk kehilangan kesempatan belajar. Kekurangan bukan alasan untuk tidak berkarya.

Mari kita jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran, setiap pelajaran sebagai tulisan, dan setiap tulisan sebagai kesempatan untuk menginspirasi.

Ingatlah tiga pesan Omjay malam ini:

  1. Jangan berhenti belajar meskipun usia terus bertambah.
  2. Jangan takut menulis meskipun tulisan kita belum sempurna.
  3. Jangan pelit berbagi ilmu karena manfaat kebaikan dapat melampaui batas ruang dan waktu.

Semoga melalui KBMN PGRI Gelombang 35, semakin banyak guru Indonesia yang berani menuliskan pengalaman, menyebarkan inspirasi, dan melahirkan buku yang bermanfaat.

Teruslah menulis dengan hati. Jadikan pengalaman sebagai guru kehidupan dan tulisan sebagai jejak pengabdian.

Salam blogger persahabatan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Narasumber KBMN PGRI Gelombang 35

1 komentar:

  1. Sangat menginspirasi, dan membuat saya tersenyum karena teringat beliau yang memberi nasehat tentang menjalani kewajiban. Terima kasih Om Jay

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.