Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Fellowship Pandi di Acara ICANN87 Bali

Fellowship PANDI di Bali: Merajut Persahabatan, Membangun Masa Depan Internet Indonesia

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay Guru Blogger Indonesia)
Blog https://wijayalabs.com

Ada banyak hal berharga yang bisa kita bawa pulang dari sebuah perjalanan. Bukan hanya oleh-oleh, bukan pula sekadar foto kenangan, melainkan persahabatan, pengalaman, dan pengetahuan baru yang akan terus hidup dalam ingatan.

Itulah yang saya rasakan ketika mengikuti rangkaian kegiatan ICANN87 Annual General Meeting di Bali. Di tengah pertemuan komunitas internet dunia, saya mendapatkan kesempatan untuk menikmati kebersamaan dalam kegiatan Fellowship PANDI. Momen ini menjadi salah satu pengalaman menarik yang patut saya ceritakan kepada pembaca Kompasiana.

Berfoto Bersama, Menyimpan Cerita

Dalam foto kebersamaan tersebut, kami berdiri berdampingan dengan senyum yang menghiasi wajah. Latar dekorasi yang indah dan tulisan ICANN87 menjadi saksi sebuah perjumpaan yang bermakna. Ada peserta yang mengenakan kaus, kemeja, dan batik. Masing-masing hadir dengan latar belakang serta pengalaman yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh ketertarikan terhadap dunia internet dan perkembangan teknologi digital.

Bagi saya, foto bersama bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Foto adalah pengingat bahwa di balik teknologi yang terus berkembang, selalu ada manusia yang bekerja, belajar, berdiskusi, dan membangun hubungan satu sama lain.

Kita mungkin datang dari tempat yang berbeda. Kita mungkin memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang tidak sama. Namun, ketika bertemu dalam sebuah forum, kita mempunyai kesempatan untuk saling mengenal dan belajar.

Saya percaya, persahabatan sering kali dimulai dari percakapan sederhana. Sapaan, senyuman, dan kesediaan mendengarkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan orang-orang dengan beragam pengalaman.

Mengenal Dunia Internet Lebih Dekat

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya memandang internet bukan hanya sebagai teknologi untuk mencari informasi atau berkomunikasi. Internet telah menjadi bagian penting dalam pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat.

Melalui internet, guru dapat berbagi bahan ajar. Siswa bisa menjelajahi sumber pengetahuan dari berbagai belahan dunia. Penulis dapat menerbitkan gagasan melalui blog dan media digital. Bahkan, komunitas yang berjauhan dapat bekerja sama tanpa harus selalu bertemu secara langsung.

Namun, di balik semua kemudahan tersebut, ada infrastruktur, tata kelola, standar teknis, dan kerja sama banyak pihak yang memungkinkan internet berjalan dengan baik.

Itulah salah satu alasan saya tertarik mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan ekosistem internet global. Saya ingin memperluas wawasan, memahami perkembangan teknologi, dan membawa pengalaman yang relevan ke dunia pendidikan Indonesia.

PANDI, atau Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, memiliki peran penting dalam pengelolaan nama domain Indonesia, khususnya domain .id. Sementara itu, ICANN merupakan organisasi yang berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet secara global, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan nama domain.

Keduanya berada dalam lingkup yang berbeda, tetapi isu nama domain dan tata kelola internet memperlihatkan betapa pentingnya koordinasi antara tingkat nasional dan global.

Fellowship: Belajar, Berjejaring, dan Berbagi

Kata fellowship mengingatkan saya pada pentingnya kebersamaan dalam proses belajar. Pengetahuan tidak selalu datang dari ruang kelas, buku, atau presentasi resmi. Pengetahuan juga bisa tumbuh dari percakapan dengan orang-orang yang memiliki pengalaman berbeda.

Dalam sebuah forum internasional, kita berkesempatan mendengar sudut pandang baru, memahami persoalan yang mungkin belum pernah kita pikirkan, dan menemukan kemungkinan kolaborasi.

Bagi seorang guru dan blogger seperti saya, kesempatan semacam ini sangat berharga. Saya terbiasa menulis pengalaman sehari-hari dan membagikannya kepada pembaca. Saya percaya, pengalaman yang dituliskan dengan jujur dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Karena itu, saya ingin menjadikan pengalaman mengikuti ICANN87 dan kebersamaan dalam Fellowship PANDI sebagai bahan refleksi sekaligus pembelajaran. Saya tidak ingin pengalaman ini berhenti sebagai foto yang tersimpan di galeri telepon genggam.

Saya ingin pengalaman ini menjadi cerita yang bermanfaat, terutama bagi guru, pelajar, blogger, dan masyarakat yang ingin mengenal dunia internet lebih dekat.

Membawa Pengalaman Bali ke Ruang Kelas

Sepulang dari kegiatan ini, ada banyak hal yang dapat saya bagikan kepada peserta didik. Salah satunya adalah pemahaman bahwa internet tidak muncul begitu saja. Ada orang-orang, organisasi, standar, dan kesepakatan yang memungkinkan jaringan global ini bekerja.

Siswa perlu memahami bahwa menjadi pengguna internet bukan hanya soal mampu membuka situs, menggunakan media sosial, atau memanfaatkan kecerdasan artifisial. Mereka juga perlu mengenal keamanan digital, privasi, etika berkomunikasi, literasi informasi, dan tanggung jawab sebagai warga digital.

Saya ingin menceritakan kepada mereka bahwa dunia teknologi sangat luas. Seorang siswa yang hari ini belajar Informatika di sekolah bisa saja kelak menjadi pengembang perangkat lunak, peneliti keamanan siber, ahli jaringan, pengelola sistem digital, atau berkontribusi dalam tata kelola internet.

Mimpi besar sering kali dimulai dari rasa ingin tahu. Karena itu, tugas guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka jendela agar siswa melihat berbagai kemungkinan masa depan.

Persahabatan yang Tidak Berhenti pada Foto

Saya bersyukur dapat menikmati momen kebersamaan ini di Bali. Bagi saya, perjalanan seperti ini mengajarkan bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemajuan hubungan antarmanusia.

Teknologi dapat menghubungkan perangkat, tetapi persahabatan membutuhkan ketulusan. Internet dapat mempercepat pertukaran informasi, tetapi kebijaksanaan tetap membutuhkan kemauan untuk mendengar, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan.

Kita boleh memiliki perangkat yang canggih, jaringan yang cepat, dan akses informasi yang luas. Namun, semua itu akan lebih bermakna jika digunakan untuk berbagi pengetahuan, memperkuat pendidikan, dan membantu sesama.

Foto Fellowship PANDI di ICANN87 Bali akan menjadi salah satu pengingat bagi saya tentang pentingnya belajar sepanjang hayat. Sebagai guru, saya harus terus belajar. Sebagai blogger, saya harus terus menulis. Sebagai bagian dari masyarakat digital, saya harus ikut mendorong pemanfaatan internet yang lebih baik.

Saya ingin terus memegang prinsip sederhana: menulislah dengan hati, berbagi ilmu dengan tulus, dan gunakan teknologi untuk menebarkan manfaat.

Semoga persahabatan yang terjalin dalam kegiatan ini terus tumbuh, membuka peluang kolaborasi, dan memberikan sumbangsih bagi perkembangan internet Indonesia.

Salam blogger persahabatan.

Omjay

Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Guru Blogger Indonesia

1 komentar:

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.