Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Materi kbmn pgri gelombang 35 pertemuan ke-31 dengan tema surat untuk diri sendiri sebagai penulis

### MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35

### Pertemuan ke-31: Surat untuk Diri Saya sebagai Penulis

Bersama Omjay Guru Blogger Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026

Salam Literasi!

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang hebat,

Alhamdulillah, tidak terasa kita sudah sampai pada pertemuan ke-31. Kita telah melewati perjalanan panjang selama 30 hari menulis. Ada banyak pengalaman, cerita, kegembiraan, tantangan, bahkan mungkin air mata yang mengiringi perjalanan literasi kita.

Hari ini kita akan belajar sesuatu yang sedikit berbeda.

Kita tidak diminta menulis tentang orang lain. Kita tidak diminta menulis tentang guru yang menginspirasi, murid yang berkesan, atau pengalaman mengajar yang tidak terlupakan.

Kali ini, kita diminta menulis surat untuk seseorang yang sangat dekat dengan kehidupan kita.

Siapa dia?

Dialah diri kita sendiri.

Tema pertemuan ke-31 adalah Surat untuk Diri Saya sebagai Penulis.

### 1\. Mengapa Kita Perlu Menulis Surat untuk Diri Sendiri?

Pernahkah Bapak dan Ibu berbicara dengan diri sendiri?

Pernahkah kita merasa lelah karena tulisan tidak kunjung selesai? Pernahkah kita kecewa karena tulisan yang sudah dibuat ternyata tidak mendapatkan banyak pembaca?

Atau pernahkah kita merasa bangga karena berhasil menyelesaikan sebuah tulisan yang selama ini hanya menjadi angan-angan?

Menjadi penulis bukanlah perjalanan yang selalu mudah.

Ada kalanya kita bersemangat. Ada kalanya kita kehilangan ide. Ada kalanya kita ingin berhenti karena merasa tulisan kita tidak sebagus tulisan orang lain.

Oleh karena itu, menulis surat untuk diri sendiri merupakan cara sederhana untuk melakukan refleksi.

Melalui surat tersebut, kita bisa:

* Mengingat perjalanan kita sebagai penulis.

* Menghargai usaha dan perjuangan sendiri.

* Memaafkan kesalahan dan kegagalan.

* Memberikan semangat kepada diri sendiri.

* Menyusun harapan dan cita-cita sebagai penulis.

Ingatlah, penulis hebat bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Penulis hebat adalah orang yang mau terus belajar dan tidak berhenti berkarya.

### 2\. Apa yang Bisa Kita Ceritakan dalam Surat?

Agar mudah menulis, Bapak dan Ibu dapat menggunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai panduan.

Pertama, bagaimana perjalanan saya menjadi penulis?

Ceritakan kapan pertama kali mulai menulis. Apakah karena tugas sekolah, pekerjaan, hobi, atau keinginan untuk berbagi pengalaman?

Kedua, apa tantangan terbesar saya?

Ceritakan kesulitan yang pernah dialami. Misalnya kesulitan menemukan ide, membagi waktu, kurang percaya diri, atau takut tulisan dikritik orang lain.

Ketiga, apa pencapaian yang membuat saya bangga?

Tidak harus mendapatkan penghargaan atau menjadi juara lomba. Berhasil menerbitkan satu artikel, menyelesaikan satu buku, atau konsisten menulis setiap hari juga merupakan pencapaian luar biasa.

Keempat, apa yang ingin saya perbaiki?

Mungkin kita ingin memperbaiki tata bahasa, memperkaya kosakata, memperdalam isi tulisan, atau belajar membuat tulisan yang lebih menyentuh hati.

Kelima, apa janji saya kepada diri sendiri?

Tuliskan janji untuk terus belajar, membaca, menulis, dan berbagi inspirasi melalui karya.

### 3\. Contoh Surat untuk Diri Saya sebagai Penulis

Berikut contoh surat yang dapat menjadi inspirasi.

Surat untuk Diriku, Sang Penulis

Kepada diriku yang sedang belajar menjadi penulis,

Apa kabarmu hari ini?

Semoga engkau tetap sehat, bahagia, dan bersemangat menjalani kehidupan. Aku ingin mengucapkan terima kasih karena selama ini engkau tidak pernah benar-benar menyerah untuk menulis.

Aku tahu perjalananmu tidak selalu mudah. Ada banyak hari ketika engkau duduk di depan laptop, tetapi tidak tahu harus menulis apa. Ada saat ketika tulisanmu tidak mendapatkan banyak pembaca. Bahkan, terkadang engkau membandingkan tulisanmu dengan karya orang lain.

Namun, lihatlah dirimu sekarang.

Engkau sudah berani memulai. Engkau sudah menghasilkan banyak tulisan. Engkau telah belajar dari kesalahan dan pengalaman. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan panjang seorang penulis.

Jangan pernah malu dengan tulisan pertamamu. Jangan pula merasa rendah diri ketika membaca karya orang lain yang lebih bagus.

Setiap penulis memiliki perjalanan masing-masing.

Teruslah membaca agar pengetahuanmu bertambah. Teruslah menulis agar keterampilanmu berkembang. Jangan hanya mengejar pujian dan penghargaan. Tulislah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Ingatlah bahwa tulisan yang baik bukan sekadar rangkaian kata. Tulisan yang baik lahir dari pengalaman, pemikiran, kejujuran, dan hati yang tulus.

Aku berharap suatu hari nanti tulisanmu dapat menjadi warisan berharga bagi keluarga, murid, sahabat, dan masyarakat.

Jangan berhenti menulis hanya karena tidak semua orang menyukai tulisanmu.

Tetaplah menjadi penulis yang rendah hati.

Salam hangat,

Dirimu sendiri.

### 4\. Belajar dari Perjalanan Omjay sebagai Penulis

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35,

Izinkan Omjay berbagi sedikit pengalaman.

Omjay mulai menulis di blog sejak tahun 2007. Saat itu, Omjay belum dikenal banyak orang. Tulisan-tulisan yang dibuat juga masih sederhana.

Namun, Omjay percaya bahwa menulis merupakan kebiasaan baik yang harus terus dirawat.

Dari blog, Omjay belajar berbagi pengalaman mengajar, bercerita tentang pendidikan, mengenalkan teknologi, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Omjay juga belajar menulis di Kompasiana sejak tahun 2008.

Perjalanan itu mengajarkan satu hal penting: jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Mulailah menulis agar kita memiliki kesempatan menjadi penulis yang lebih baik.

Omjay juga selalu mengingatkan satu pesan:

Menulislah dengan hati, bukan sekadar mengandalkan teknologi.

Kehadiran kecerdasan artifisial atau AI memang membantu kita mencari ide, memperbaiki tulisan, dan belajar menyusun kalimat. Namun, pengalaman hidup, kejujuran, dan suara hati penulis tetap harus menjadi bagian utama dari sebuah karya.

Jangan sampai kita kehilangan jati diri hanya karena terlalu bergantung kepada teknologi.

### 5\. Tips Menulis Surat untuk Diri Sendiri

Agar tulisan Bapak dan Ibu lebih menarik, perhatikan beberapa tips berikut.

* Gunakan bahasa yang jujur dan sederhana.

* Tulislah pengalaman yang benar-benar pernah dialami.

* Jangan takut mengungkapkan perasaan.

* Ceritakan kegagalan dan keberhasilan secara seimbang.

* Gunakan sudut pandang orang pertama.

* Akhiri surat dengan harapan dan janji kepada diri sendiri.

Tidak perlu terburu-buru menghasilkan tulisan yang sempurna. Nikmati prosesnya.

### 6\. Tugas Menulis Pertemuan ke-31

Tugas Literasi Hari Ini

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, silakan membuat sebuah tulisan dengan tema:

SURAT UNTUK DIRI SAYA SEBAGAI PENULIS

Ketentuan tugas:

* Panjang tulisan sekitar 500–700 kata.

* Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.

* Ceritakan perjalanan pribadi sebagai penulis.

* Tuliskan tantangan, kegagalan, dan keberhasilan yang pernah dialami.

* Sampaikan harapan dan janji kepada diri sendiri.

* Publikasikan tulisan di blog masing-masing.

* Bagikan tautan tulisan ke grup KBMN PGRI Gelombang 35.

Judul tulisan boleh dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing.

Contohnya:

* Surat Cinta untuk Diriku yang Gemar Menulis.

* Jangan Pernah Berhenti Menulis.

* Terima Kasih, Diriku, Sudah Bertahan.

* Aku Ingin Menjadi Penulis yang Menginspirasi.

* Sebuah Janji untuk Terus Berkarya.

### 7\. Penutup: Teruslah Menulis, Jangan Menyerah!

Bapak dan Ibu yang hebat,

Menjadi penulis bukan berarti harus selalu menghasilkan tulisan yang viral. Menjadi penulis juga bukan berarti harus selalu mendapatkan penghargaan.

Menjadi penulis berarti memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan pemikiran melalui tulisan.

Jangan pernah meremehkan satu tulisan yang kita hasilkan hari ini. Bisa jadi tulisan sederhana tersebut menjadi sumber inspirasi bagi seseorang di masa depan.

Mungkin hari ini tidak banyak orang membaca tulisan kita. Namun, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menemukan tulisan tersebut beberapa tahun kemudian.

Teruslah menulis selama kita masih bisa berbagi cerita.

Jadikan menulis sebagai kebiasaan, membaca sebagai kebutuhan, dan berbagi sebagai bagian dari kehidupan.

Omjay ingin mengajak seluruh peserta KBMN PGRI Gelombang 35 untuk menuliskan surat terbaik bagi dirinya sendiri.

Sampaikan rasa terima kasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan sampai hari ke-31.

Jangan berhenti hanya karena perjalanan masih panjang. Sebab, setiap tulisan adalah jejak kehidupan yang tidak akan pernah sia-sia.

Salam Blogger Persahabatan.

Salam Literasi!

Omjay Guru Blogger Indonesia

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

### Refleksi Pertemuan ke-31

Sebelum mengakhiri kegiatan hari ini, renungkan tiga pertanyaan berikut:

* Apa hal paling berharga yang saya pelajari selama 31 hari menulis?

* Apakah saya masih ingin menjadi penulis setelah program KBMN PGRI Gelombang 35 berakhir?

* Apa janji saya kepada diri sendiri agar tetap konsisten menulis?

Pesan Omjay:

"Jangan hanya menulis ketika ada tugas. Menulislah karena ada pengalaman yang ingin dibagikan, ada ilmu yang ingin disampaikan, dan ada kebaikan yang ingin diwariskan."

Sampai bertemu pada pertemuan ke-32 KBMN PGRI Gelombang 35.

Tetap semangat! Jangan kasih kendor! 💪📚

1 komentar:

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.