Antrean Berobat dan Rasa Syukur yang Tak Pernah Habis
Kisah Omjay Menemani Perjalanan Sehat di RS Masmitra
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia
Sabtu pagi, 13 Juni 2026, suasana masih terasa tenang ketika Omjay membuka aplikasi Mobile JKN. Jam di layar ponsel menunjukkan pukul 08.01 WIB. Seperti biasa, sebelum memulai aktivitas, Omjay mengecek jadwal kontrol kesehatan yang sudah lama dinantikan.
Alhamdulillah, nama dokter yang akan ditemui sudah terpampang jelas di layar.
dr. Runi Asmarani, Sp.N, dokter spesialis saraf yang selama ini membantu Omjay memantau kondisi kesehatan setelah beberapa kali mengalami gangguan vertigo, tekanan darah tinggi, diabetes, dan keluhan saraf yang sempat membuat keluarga khawatir.
Di layar terlihat jelas bahwa Omjay mendapatkan nomor antrean poliklinik 25 untuk pemeriksaan di Poli Saraf RS Masmitra Bekasi.
Bagi sebagian orang, nomor antrean hanyalah angka.
Namun bagi Omjay, angka itu adalah pengingat bahwa kesehatan adalah nikmat yang sangat mahal.
Saat melihat nomor antrean tersebut, pikiran Omjay langsung melayang ke beberapa bulan lalu ketika tubuh ini memberikan peringatan keras.
Masih teringat jelas bagaimana pada bulan Februari 2026 Omjay mengalami kecelakaan beruntun di Tol Cikampek. Kepala terbentur, kaki terluka, tangan terasa nyeri, dan tubuh harus menjalani berbagai pemeriksaan medis.
Belum lama berselang, saat mudik ke Bandung pada bulan Maret 2026, vertigo kembali menyerang. Kondisi saat itu cukup mengkhawatirkan. Tangan kanan sulit digerakkan, mulut terasa kaku, dan gejalanya mirip stroke ringan. Omjay harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.
Sebagai seorang guru yang terbiasa aktif mengajar, berbicara di depan kelas, menulis setiap hari, dan menghadiri berbagai kegiatan pendidikan, pengalaman itu menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga.
Tubuh yang selama ini bekerja tanpa henti ternyata juga membutuhkan perhatian.
Karena itulah, setiap kali melihat jadwal kontrol kesehatan, Omjay tidak lagi menganggapnya sebagai rutinitas biasa.
Ini adalah bentuk rasa syukur.
Pada layar aplikasi terlihat informasi lengkap:
- Rumah Sakit: RS Masmitra
- Dokter: dr. Runi Asmarani, Sp.N
- Poli: Poli Saraf
- Tanggal Kunjungan: 13 Juni 2026
- Nomor Antrean: 25
- Kode Booking: 26N06CQFE1307
- Nomor Rujukan: 0137R0650526K000081
- Status Antrean: Berhasil Ambil Antrean
- Estimasi Dilayani: 13 Juni 2026 pukul 10.12 WIB
Ketika membaca informasi tersebut, Omjay tersenyum.
Dulu, sebelum ada sistem antrean digital seperti sekarang, pasien harus datang pagi-pagi sekali ke rumah sakit hanya untuk mengambil nomor antrean.
Kadang harus berdesakan.
Kadang harus menunggu berjam-jam.
Kadang pula harus pulang karena kuota pasien sudah habis.
Kini teknologi memudahkan semuanya.
Sebagai guru informatika yang sudah puluhan tahun mengajar teknologi, Omjay merasa bahagia melihat transformasi digital yang benar-benar membantu masyarakat.
Teknologi yang baik bukanlah teknologi yang rumit.
Teknologi yang baik adalah teknologi yang memudahkan kehidupan manusia.
Mobile JKN adalah salah satu contohnya.
Dari rumah, pasien dapat mengetahui jadwal pemeriksaan, nomor antrean, dokter yang akan ditemui, hingga estimasi waktu pelayanan.
Semua tersaji dalam genggaman tangan.
Namun di balik kemudahan teknologi itu, ada pelajaran hidup yang jauh lebih penting.
Yaitu pentingnya menjaga kesehatan sebelum sakit datang.
Sering kali kita terlalu sibuk mengejar pekerjaan.
Terlalu sibuk mengejar target.
Terlalu sibuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sampai lupa bahwa tubuh memiliki batas.
Omjay pernah berada pada titik itu.
Pagi mengajar.
Siang rapat.
Malam menulis.
Akhir pekan mengisi pelatihan.
Hari demi hari berlalu tanpa memberi kesempatan tubuh beristirahat dengan cukup.
Akibatnya, penyakit datang tanpa diundang.
Saat berada di ruang perawatan rumah sakit, Omjay menyadari satu hal.
Tidak ada jabatan yang bisa menggantikan kesehatan.
Tidak ada penghargaan yang bisa membeli waktu sehat.
Tidak ada harta yang mampu mengembalikan masa muda.
Karena itulah Allah mengingatkan manusia agar mensyukuri nikmat sehat sebelum sakit.
Ketika nomor antrean 25 muncul di layar ponsel, Omjay merasa sedang diingatkan kembali tentang nikmat tersebut.
Betapa banyak orang yang ingin berobat tetapi tidak memiliki biaya.
Betapa banyak orang yang ingin kontrol kesehatan tetapi terkendala akses.
Betapa banyak pasien yang sedang berjuang melawan penyakit berat.
Sementara Omjay masih diberi kesempatan berjalan, menulis, mengajar, dan berkumpul bersama keluarga.
Bukankah itu nikmat yang luar biasa?
Di balik jadwal kontrol ke dokter saraf ini, tersimpan harapan besar.
Semoga kondisi kesehatan semakin baik.
Semoga gula darah tetap terkontrol.
Semoga tekanan darah stabil.
Semoga vertigo tidak lagi mengganggu aktivitas.
Semoga tangan dan kaki tetap kuat untuk menulis, mengajar, dan berbagi inspirasi kepada banyak orang.
Sebagai Guru Blogger Indonesia, Omjay percaya bahwa pengalaman sakit bukanlah akhir perjalanan.
Justru dari sakit, kita belajar menghargai sehat.
Dari kelemahan, kita belajar berserah diri kepada Allah.
Dari keterbatasan, kita belajar mensyukuri apa yang masih kita miliki.
Pagi itu, sebelum berangkat menuju RS Masmitra, Omjay memandang layar ponsel sekali lagi.
Nomor antrean 25 masih terlihat jelas.
Sebuah angka sederhana.
Namun bagi Omjay, angka itu bukan sekadar nomor.
Ia adalah simbol harapan.
Simbol perjuangan.
Simbol rasa syukur.
Dan simbol bahwa selama Allah masih memberi kesempatan untuk berobat, memperbaiki diri, dan menjaga kesehatan, maka hidup harus terus dijalani dengan penuh semangat.
Karena sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat.
Sehat adalah kesempatan untuk terus berkarya.
Sehat adalah kesempatan untuk terus mencintai keluarga.
Sehat adalah kesempatan untuk terus mengajar anak-anak bangsa.
Dan sehat adalah kesempatan untuk terus menulis kisah-kisah inspiratif yang bermanfaat bagi sesama.
Salam sehat dari Omjay.
"Jangan tunggu sakit untuk mensyukuri sehat. Sebab ketika sakit datang, kita baru menyadari bahwa nikmat terbesar dalam hidup ternyata adalah kesehatan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.