Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 14 Juni 2026

surat omjay untuk presiden prabowo

Surat Omjay untuk Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto.

Izinkan saya, seorang guru biasa dari SMP Labschool Jakarta, menuliskan surat sederhana ini. Surat yang lahir dari hati seorang pendidik yang pernah mengenal keluarga Bapak dalam suasana yang berbeda, jauh sebelum Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia.

Hari ini Bapak memimpin lebih dari 280 juta rakyat Indonesia. Tanggung jawab yang Bapak pikul tentu sangat berat. Namun ketika saya melihat Bapak berdiri sebagai Presiden Republik Indonesia, ingatan saya melayang jauh ke masa lalu, ketika putra Bapak, Mas Didit Hediprasetyo, masih menjadi siswa di SMP Labschool Jakarta.

Saya masih mengingat sosok Didit sebagai anak yang aktif, ramah, dan memiliki minat besar dalam kegiatan seni. Saat itu Didit sangat menyukai kegiatan teater sekolah. Ia tampil bersama teman-temannya dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Sebagai guru, saya melihat bagaimana bakat dan kreativitasnya berkembang di lingkungan pendidikan yang memberi ruang bagi setiap siswa untuk tumbuh sesuai potensinya.

Saya juga masih mengingat perhatian Ibu Titiek Prabowo kepada dunia pendidikan. Ketika SMP Labschool Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ibu Titiek memberikan dukungan yang sangat berarti. Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa keluarga Bapak tidak pernah jauh dari dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Namun ada satu kenangan yang paling membekas dalam ingatan saya hingga hari ini.

Saat pembagian rapor siswa, Bapak datang sebagai orang tua Didit. Ketika itu Bapak masih menjabat sebagai Danjen Kopassus. Jabatan yang sangat tinggi dan terhormat. Banyak orang mungkin membayangkan seorang jenderal akan mendapatkan perlakuan khusus.

Namun yang saya lihat justru sebaliknya.

Bapak datang dengan sederhana. Bapak duduk bersama para orang tua lainnya. Bapak sabar menunggu giliran mengambil rapor anak Bapak. Tidak ada sikap ingin didahulukan. Tidak ada permintaan khusus. Tidak ada protokoler yang berlebihan.

Sebagai guru, saya melihat langsung bagaimana seorang ayah hadir untuk anaknya.

Hari itu saya belajar bahwa sebesar apa pun jabatan seseorang, ia tetap seorang ayah yang mencintai keluarganya.

Kini puluhan tahun telah berlalu.

Anak yang dulu mengambil rapor di SMP Labschool Jakarta telah tumbuh menjadi tokoh dunia mode yang dikenal secara internasional. Dan ayahnya kini menjadi Presiden Republik Indonesia.

Bapak Presiden yang saya hormati,

Sejarah telah membawa Bapak ke puncak kepemimpinan bangsa. Rakyat Indonesia memberikan amanah besar kepada Bapak untuk memimpin negeri ini menuju masa depan yang lebih baik.

Sebagai guru yang setiap hari bertemu dengan anak-anak bangsa, saya ingin menyampaikan harapan sederhana.

Saya berharap Bapak tetap mengingat masa-masa ketika Bapak duduk sebagai orang tua siswa di SMP Labschool Jakarta. Masa ketika Bapak menunggu giliran bersama rakyat biasa. Masa ketika Bapak merasakan langsung bagaimana kehidupan masyarakat berjalan apa adanya.

Karena sesungguhnya kekuatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada kekuasaan yang dimilikinya, tetapi pada kemampuannya mendengar suara rakyat.

Rakyat Indonesia tidak membutuhkan pemimpin yang selalu benar. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mau mendengar.

Mereka yang hidup di desa-desa terpencil.

Mereka yang berjuang membayar biaya sekolah anak-anaknya.

Mereka yang setiap hari mencari nafkah dengan penuh kesulitan.

Mereka yang sedang menghadapi cobaan hidup, sakit, pengangguran, dan kemiskinan.

Mereka semua berharap ada pemimpin yang mendengarkan suara hati mereka.

Bapak Presiden,

Bangsa ini memiliki sejarah panjang yang harus menjadi pelajaran berharga. Kita pernah menyaksikan bagaimana Presiden Soeharto yang memimpin Indonesia selama puluhan tahun akhirnya harus mengakhiri kekuasaannya di tengah gelombang Reformasi tahun 1998 yang digerakkan oleh mahasiswa dan rakyat.

Peristiwa itu mengajarkan kepada kita bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan.

Sejarah mengajarkan bahwa ketika rakyat merasa tidak didengar, maka kekecewaan akan tumbuh. Sebaliknya, ketika rakyat merasa diperhatikan, mereka akan menjadi kekuatan terbesar bagi bangsa.

Karena itu saya berharap Bapak terus membuka telinga, membuka hati, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Sebagai guru, saya percaya pendidikan mengajarkan satu hal penting.

Pemimpin yang besar bukanlah pemimpin yang selalu dipuji, tetapi pemimpin yang berani mendengar kritik demi kebaikan bersama.

Bapak Presiden yang saya hormati,

Saya menulis surat ini bukan sebagai pengamat politik. Saya menulis sebagai seorang guru yang pernah mengenal keluarga Bapak melalui dunia pendidikan.

Saya menulis sebagai seseorang yang masih percaya bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Saya menulis sebagai seorang rakyat biasa yang ingin melihat Presiden Republik Indonesia dihormati dan disegani dunia karena kebijaksanaan, ketegasan, serta kedekatannya dengan rakyat.

Saya yakin Bapak memiliki pengalaman panjang, keberanian, dan kecintaan kepada Indonesia.

Semoga Bapak mampu mengatasi berbagai persoalan bangsa dengan bijaksana.

Semoga Bapak selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kejernihan hati dalam mengambil keputusan.

Semoga Indonesia menjadi negeri yang adil, makmur, dan bermartabat.

Dan semoga Bapak selalu mengingat bahwa di balik angka-angka statistik pembangunan, ada jutaan wajah rakyat yang berharap hidup mereka menjadi lebih baik.

Dari seorang guru SMP Labschool Jakarta yang pernah mengajar putra Bapak, saya titipkan doa dan harapan untuk Indonesia tercinta.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat saya,

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Guru SMP Labschool Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.