Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 07 Juni 2026

Kebahagiaan Seorang Kakek

Kebahagiaan Seorang Kakek

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia

Hari ini, Ahad 7 Juni 2026, hati saya dipenuhi rasa syukur yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di hadapan saya berdiri seorang anak kecil yang lincah, lucu, dan selalu mampu menghadirkan senyum di wajah seluruh keluarga. Namanya Tanaya Faza Afisa, atau yang akrab kami panggil Tata.

Hari ini Tata genap berusia 2 tahun.

Di ruang sederhana yang dipenuhi tawa keluarga, kami berkumpul merayakan ulang tahunnya. Ada kue kecil di atas meja, ada dekorasi sederhana bertuliskan Happy Birthday 2, dan ada foto-foto perjalanan Tata sejak bayi yang tergantung di dinding. Semua tampak sederhana, tetapi bagi seorang kakek seperti saya, pemandangan itu terasa sangat luar biasa.

Saat melihat Tata berusaha mendekati kue ulang tahunnya dengan wajah polos dan penuh rasa ingin tahu, hati saya tiba-tiba teringat pada sebuah peristiwa besar dalam hidup saya.

Tepat empat tahun yang lalu.

7 Juni 2022.

Hari yang tidak pernah saya lupakan.

Hari ketika saya menjalani Ujian Terbuka Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hari ketika perjuangan panjang selama delapan tahun akhirnya mencapai puncaknya.

Hari ketika saya resmi menyandang gelar doktor.

Ketika mengenang hari itu, saya masih bisa merasakan bagaimana jantung saya berdebar saat mempertahankan disertasi di hadapan para profesor penguji. Saya masih ingat bagaimana rasa cemas bercampur harap memenuhi pikiran saya.

Bertahun-tahun saya berjuang.

Bertahun-tahun saya menulis.

Bertahun-tahun saya bolak-balik antara tugas sebagai guru, keluarga, organisasi, dan kewajiban akademik.

Tidak mudah.

Ada saat-saat ketika saya hampir menyerah.

Ada saat-saat ketika tubuh terasa lelah.

Ada saat-saat ketika saya bertanya dalam hati, "Apakah saya mampu menyelesaikannya?"

Namun Allah SWT selalu menunjukkan jalan.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya.

Istri saya yang setia mendampingi.

Anak-anak yang selalu memberi semangat.

Sahabat-sahabat yang mendoakan.

Para dosen pembimbing yang sabar membimbing.

Semua menjadi bagian dari perjalanan panjang itu.

Alhamdulillah.

Pada 7 Juni 2022, perjuangan itu berbuah manis.

Hari ini, empat tahun kemudian, tanggal yang sama kembali hadir dengan makna yang berbeda.

Bukan lagi tentang gelar akademik.

Bukan lagi tentang ujian terbuka.

Bukan lagi tentang disertasi.

Melainkan tentang seorang cucu yang tumbuh sehat dan bahagia.

Saya menyadari bahwa hidup memang penuh dengan kejutan yang indah.

Dulu saya bahagia karena berhasil meraih gelar doktor.

Kini saya bahagia karena melihat cucu saya tertawa.

Dulu saya berdiri di ruang sidang akademik.

Kini saya duduk di ruang keluarga.

Dulu saya mempertahankan disertasi.

Kini saya menikmati hasil perjuangan hidup bersama keluarga tercinta.

Dan ternyata kebahagiaan yang kedua terasa jauh lebih hangat.

Sebagai seorang kakek, saya mulai memahami bahwa usia bukan hanya soal bertambahnya angka.

Usia adalah kesempatan untuk melihat hasil dari perjalanan hidup yang panjang.

Melihat anak-anak tumbuh dewasa.

Melihat mereka membangun keluarga.

Melihat hadirnya cucu yang membawa warna baru dalam kehidupan.

Tata hadir membawa kebahagiaan yang sulit dijelaskan.

Setiap kali video call, hati saya berbunga-bunga.

Setiap kali mendengar suaranya memanggil, saya merasa lebih muda.

Setiap kali melihat senyumnya, segala lelah seakan menghilang.

Saya teringat ketika pertama kali menggendongnya saat masih bayi.

Tubuhnya kecil.

Tangannya mungil.

Tangisnya pelan.

Kini ia sudah berlari ke sana kemari.

Sudah mulai berbicara.

Sudah mulai mengenali orang-orang yang mencintainya.

Waktu berjalan begitu cepat.

Rasanya baru kemarin saya mengantar anak-anak ke sekolah.

Kini saya sudah menjadi kakek.

Rasanya baru kemarin saya menyelesaikan studi doktor.

Kini saya menyaksikan cucu saya merayakan ulang tahun kedua.

Begitulah kehidupan.

Waktu tidak pernah berhenti.

Usia terus bertambah.

Namun kebahagiaan sejati ternyata bukan terletak pada jabatan, gelar, atau harta yang dimiliki.

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita dapat berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat.

Kebahagiaan sejati adalah ketika kita masih diberi kesempatan melihat orang-orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang.

Kebahagiaan sejati adalah ketika rumah dipenuhi tawa anak-anak.

Sebagai seorang yang pernah mengalami berbagai ujian hidup—mulai dari sakit, kecelakaan, hingga kehilangan orang-orang tercinta—saya semakin menyadari bahwa keluarga adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT.

Hari ini saya tidak meminta hadiah apa pun.

Saya hanya berdoa.

Ya Allah...

Jagalah cucuku Tanaya Faza Afisa.

Jadikan ia anak yang sehat.

Jadikan ia anak yang salehah.

Jadikan ia anak yang cerdas dan bermanfaat bagi sesama.

Lindungi langkah-langkahnya.

Mudahkan jalannya meraih cita-cita.

Dan izinkan kakeknya ini menyaksikan ia tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan.

Saya juga berdoa agar Allah senantiasa menjaga keluarga kami dalam kasih sayang-Nya.

Karena pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah berapa banyak gelar yang kita miliki.

Bukan pula berapa banyak jabatan yang pernah kita raih.

Melainkan seberapa banyak cinta yang kita berikan kepada keluarga.

Foto sederhana ulang tahun Tata hari ini mengajarkan saya satu hal penting.

Bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam kemewahan.

Kadang kebahagiaan hadir dalam sebuah kue kecil.

Dalam tawa seorang cucu.

Dalam pelukan keluarga.

Dalam rasa syukur yang memenuhi hati.

Selamat ulang tahun yang ke-2, cucuku tercinta Tanaya Faza Afisa (Tata).

Terima kasih telah menghadirkan kebahagiaan baru dalam hidup Kakek.

Dan terima kasih Ya Allah, karena pada tanggal yang sama, Engkau pernah menghadiahkan gelar doktor kepada saya, dan hari ini Engkau menghadiahkan senyum seorang cucu yang membuat hidup terasa jauh lebih bermakna.

Bekasi, 7 Juni 2026

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia dan Kakek yang Berbahagia ❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.