Carilah Teman yang Baik Agamanya dan Memberikan Manfaat untuk Hidupmu
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay, Guru Blogger Indonesia
Pagi itu, Selasa, 2 Juni 2026, Omjay duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi hangat. Udara pagi terasa sejuk. Burung-burung berkicau riang seolah ikut menyambut datangnya hari yang baru.
Seperti biasa, sebelum memulai aktivitas mengajar dan menulis, Omjay membaca beberapa pesan inspirasi yang masuk ke telepon genggamnya. Salah satu pesan yang menarik perhatian adalah tentang pentingnya memilih teman yang baik agamanya dan mampu memberikan manfaat dalam kehidupan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman."
Hadis tersebut membuat Omjay merenung cukup lama.
Benar sekali.
Dalam kehidupan ini, teman memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap cara berpikir, cara bersikap, bahkan arah perjalanan hidup seseorang.
Saat itulah Omjay teringat kepada dua sahabat baik yang sama-sama bernama Indro.
Meskipun memiliki profesi yang berbeda, keduanya telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan Omjay.
Indro Sang Pelawak yang Mengajarkan Kerendahan Hati
Indro pertama adalah sosok yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai pelawak legendaris.
Namanya sangat populer.
Wajahnya sering muncul di televisi.
Jutaan orang mengenalnya.
Namun di balik ketenarannya, Omjay melihat sosok yang sangat sederhana dan rendah hati.
Omjay mengenalnya karena anak-anak beliau bersekolah di Labschool Jakarta.
Sebagai guru, Omjay berkesempatan berinteraksi dengan anak-anaknya dan sesekali bertemu langsung dengan beliau di lingkungan sekolah.
Yang membuat Omjay kagum adalah kesederhanaannya.
Tidak ada jarak.
Tidak ada kesan sebagai selebritas besar.
Beliau selalu menyapa dengan ramah.
Tersenyum kepada guru-guru.
Menghargai semua orang.
Dari beliau, Omjay belajar bahwa semakin tinggi seseorang terbang, semakin rendah pula seharusnya hatinya.
Suatu hari Omjay pernah berpikir.
Mengapa banyak orang mencintai beliau?
Ternyata bukan hanya karena lucunya.
Bukan semata karena kepintarannya menghibur.
Tetapi karena akhlaknya.
Karena kemanusiaannya.
Karena kemampuannya menghormati orang lain.
Omjay menyadari bahwa humor yang baik bukan sekadar membuat orang tertawa, tetapi juga membuat orang bahagia.
Dan itulah yang selalu beliau lakukan.
Beliau menyebarkan kebahagiaan kepada banyak orang.
Indro Sang Pendidik yang Mengajarkan Semangat Belajar
Indro kedua adalah seorang pendidik.
Beliau juga memiliki anak yang bersekolah di Labschool Jakarta.
Karena itulah hubungan kami semakin dekat.
Sering berdiskusi tentang pendidikan.
Berbagi pengalaman mengajar.
Bertukar pikiran mengenai masa depan anak-anak Indonesia.
Dari beliau, Omjay belajar tentang pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Setiap kali bertemu, selalu ada ilmu baru yang bisa dipelajari.
Selalu ada wawasan baru yang membuka cakrawala berpikir.
Beliau tidak pernah merasa paling pintar.
Justru semakin banyak ilmunya, semakin haus untuk belajar.
Sikap itulah yang membuat Omjay terinspirasi.
Karena sesungguhnya guru yang hebat bukanlah guru yang merasa sudah tahu semuanya.
Guru yang hebat adalah guru yang terus belajar setiap hari.
Dalam banyak kesempatan, kami berdiskusi tentang dunia pendidikan, teknologi, kecerdasan buatan, literasi digital, dan masa depan generasi muda.
Dari diskusi-diskusi itu lahirlah banyak ide tulisan yang kemudian Omjay bagikan kepada pembaca blog dan Kompasiana.
Pertemanan yang Membawa Kebaikan
Ketika membaca nasihat para ulama tentang memilih teman yang baik, Omjay merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti kedua sahabat bernama Indro tersebut.
Mereka memiliki profesi yang berbeda.
Yang satu menghibur masyarakat.
Yang satu mendidik generasi bangsa.
Namun keduanya memiliki kesamaan.
Sama-sama membawa manfaat.
Sama-sama menebarkan kebaikan.
Sama-sama memberikan inspirasi.
Omjay teringat nasihat Syaikh Rabi bin Hadi Al Madkhali tentang ciri teman yang baik:
- Menolong dalam ketaatan kepada Allah.
- Memberikan semangat untuk berbuat baik.
- Mengingatkan dari keburukan.
- Tidak mendatangkan kecuali kebaikan.
Ketika direnungkan, kedua sahabat tersebut memenuhi kriteria itu.
Mereka tidak pernah mengajak kepada hal yang sia-sia.
Tidak pernah menjerumuskan kepada keburukan.
Sebaliknya, mereka selalu mengajak berpikir positif, berkarya, dan terus memberikan manfaat kepada sesama.
Lingkungan Menentukan Masa Depan
Omjay sering menyampaikan kepada para siswa di Labschool Jakarta bahwa masa depan seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.
Jika bergaul dengan orang yang gemar membaca, maka kita akan ikut gemar membaca.
Jika berteman dengan orang yang rajin menulis, maka kita akan terdorong untuk menulis.
Jika berteman dengan orang yang suka belajar, maka kita akan ikut belajar.
Sebaliknya, jika lingkungan pergaulan dipenuhi kebiasaan buruk, maka sedikit demi sedikit kebiasaan itu akan memengaruhi diri kita.
Karena itulah memilih teman bukan perkara sepele.
Banyak orang sukses bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi karena mereka berada dalam lingkungan yang baik.
Lingkungan yang mendukung pertumbuhan.
Lingkungan yang memberi semangat.
Lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
Pelajaran Berharga untuk Generasi Muda
Kisah persahabatan Omjay dengan dua sahabat bernama Indro memberikan pelajaran penting bagi generasi muda.
Jangan mencari teman hanya karena populer.
Jangan mencari teman hanya karena kaya.
Jangan mencari teman hanya karena terkenal.
Carilah teman yang membuat kita menjadi lebih baik.
Teman yang membuat kita semakin dekat kepada Allah.
Teman yang membuat kita rajin belajar.
Teman yang membuat kita berani bermimpi.
Teman yang mengingatkan ketika kita salah.
Teman yang ikut bahagia ketika kita berhasil.
Dan teman yang tetap hadir ketika kita sedang mengalami kesulitan.
Karena pada akhirnya, teman yang baik adalah salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan.
Menjadi Teman yang Menginspirasi
Perenungan pagi itu membuat Omjay menyadari satu hal penting.
Selain mencari teman yang baik, kita juga harus berusaha menjadi teman yang baik bagi orang lain.
Jangan hanya berharap mendapatkan sahabat yang menginspirasi.
Jadilah pribadi yang mampu menginspirasi.
Jangan hanya berharap mendapatkan manfaat.
Berusahalah menjadi manusia yang bermanfaat.
Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya?
Pagi itu Omjay menutup telepon genggamnya dengan hati yang penuh syukur.
Syukur karena Allah mempertemukan dirinya dengan banyak orang baik dalam perjalanan hidup.
Termasuk dua sahabat bernama Indro yang telah memberikan banyak inspirasi.
Satu mengajarkan kerendahan hati di tengah ketenaran.
Satu mengajarkan semangat belajar sepanjang hayat.
Keduanya menunjukkan bahwa teman yang baik bukan hanya hadir untuk menemani perjalanan hidup, tetapi juga membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.
Semoga kita semua dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang membawa keberkahan, menguatkan langkah dalam kebaikan, dan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.