Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 03 Juni 2026

Berkali Kita Gagal Lekas Bangkit dan Cari Akal

Ketika Ujian Datang, Jangan Mengeluh, Lekas Bangkit dan Cari Akal

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay, Guru Blogger Indonesia

Pagi itu udara di kampung Wanaraja Garut terasa begitu sejuk. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan. Burung-burung kecil bernyanyi menyambut datangnya mentari pagi. Omjay duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi hangat. Di tangannya tergenggam sebuah ponsel yang berisi pesan inspirasi pagi tentang ujian hidup.

Omjay membaca kalimat demi kalimat dengan penuh perhatian.

"Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, maka Allah akan menimpakan ujian kepadanya." (HR. Bukhari)

Kalimat itu membuat Omjay terdiam cukup lama.

Pikirannya melayang pada perjalanan hidup yang telah dilalui selama puluhan tahun. Sebagai seorang guru, penulis, dan pembelajar sepanjang hayat, Omjay menyadari bahwa hidup tidak pernah berjalan lurus tanpa hambatan. Selalu ada jalan terjal yang harus dilalui. Selalu ada ujian yang harus dihadapi.

Namun semakin bertambah usia, Omjay semakin memahami bahwa ujian bukanlah tanda kebencian Allah.

Justru sering kali ujian adalah tanda kasih sayang-Nya.

Ketika manusia terlalu nyaman, terkadang ia lupa bersyukur.

Ketika semua berjalan lancar, terkadang ia lupa berdoa.

Ketika hidup terasa mudah, terkadang ia lupa kepada Allah.

Karena itulah Allah menghadirkan ujian agar manusia kembali mendekat kepada-Nya.

Omjay teringat pengalaman beberapa bulan yang lalu.

Saat perjalanan mudik menuju Bandung, tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Kepala berputar hebat. Tangan kanan sulit digerakkan. Mulut terasa kaku. Keluarga panik karena gejalanya menyerupai stroke.

Omjay segera dibawa ke rumah sakit.

Empat hari ia dirawat.

Berbaring di atas ranjang rumah sakit membuat Omjay banyak merenung.

Mengapa ini terjadi?

Awalnya pertanyaan itu muncul.

Namun perlahan Omjay mengganti pertanyaannya.

Bukan lagi, "Mengapa Allah memberikan ujian ini kepadaku?"

Tetapi, "Pelajaran apa yang sedang Allah ajarkan kepadaku?"

Ternyata banyak sekali.

Omjay belajar bahwa kesehatan adalah nikmat yang luar biasa.

Omjay belajar bahwa keluarga adalah anugerah yang tak ternilai.

Omjay belajar bahwa waktu sangat berharga.

Dan yang paling penting, Omjay belajar untuk lebih berserah diri kepada Allah.

Sejak saat itu Omjay semakin yakin bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah.

Kadang hikmahnya langsung terlihat.

Kadang harus menunggu bertahun-tahun untuk memahaminya.

Namun hikmah itu selalu ada.

Sama seperti ketika Omjay berkali-kali gagal dalam perjalanan hidupnya.

Saat masih muda, banyak impian yang tidak langsung terwujud.

Ada cita-cita yang tertunda.

Ada rencana yang berantakan.

Ada usaha yang tidak berjalan sesuai harapan.

Ada tulisan yang ditolak.

Ada pekerjaan yang tidak menghasilkan seperti yang diinginkan.

Tetapi Omjay tidak ingin berhenti hanya karena gagal.

Karena Omjay selalu mengingat satu kalimat sederhana:

"Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal."

Gagal bukan akhir perjalanan.

Gagal adalah bagian dari perjalanan.

Orang yang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal.

Melainkan orang yang selalu bangkit setiap kali gagal.

Begitu pula ketika kita jatuh.

Tidak ada manusia yang selalu kuat.

Tidak ada manusia yang selalu benar.

Tidak ada manusia yang selalu berhasil.

Setiap orang pasti pernah jatuh.

Namun yang membedakan adalah sikap setelah jatuh.

Omjay selalu berusaha memegang prinsip:

"Berkali kita jatuh, lekas berdiri, jangan mengeluh."

Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.

Mengeluh tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.

Mengeluh hanya menghabiskan energi yang seharusnya digunakan untuk mencari solusi.

Karena itu ketika masalah datang, Omjay memilih bergerak.

Ketika pintu tertutup, Omjay mencari pintu lain.

Ketika jalan buntu, Omjay mencari jalan baru.

Ketika kesempatan hilang, Omjay menciptakan kesempatan baru.

Prinsip itulah yang membuat Omjay terus menulis hingga hari ini.

Dulu banyak orang bertanya,

"Apa manfaat menulis setiap hari?"

Bahkan ada yang menganggap kegiatan menulis hanyalah pekerjaan sia-sia.

Namun Omjay tetap menulis.

Hari demi hari.

Tahun demi tahun.

Hingga akhirnya tulisan-tulisan itu membuka banyak pintu rezeki.

Omjay bisa bertemu banyak sahabat hebat.

Bisa berbagi ilmu ke berbagai daerah.

Bahkan bisa mengunjungi berbagai negara.

Semua bermula dari kebiasaan sederhana: menulis setiap hari.

Kalau saat itu Omjay menyerah ketika tulisan pertama tidak dibaca orang, mungkin semua itu tidak akan terjadi.

Karena itu Omjay selalu percaya bahwa kesuksesan sering kali tersembunyi di balik kesulitan.

Kemudahan sering kali lahir setelah kesabaran.

Dan pertolongan Allah sering kali datang pada saat yang tidak kita duga.

Tugas kita hanyalah terus berusaha.

Terus berdoa.

Terus memperbaiki diri.

Dan terus berbaik sangka kepada Allah.

Jangan pernah berpikir bahwa Allah meninggalkan kita ketika ujian datang.

Justru mungkin saat itulah Allah sedang menggenggam tangan kita lebih erat.

Mungkin Allah sedang membersihkan dosa-dosa kita.

Mungkin Allah sedang mengangkat derajat kita.

Mungkin Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita minta.

Karena itu, jika hari ini Anda sedang menghadapi masalah, jangan menyerah.

Jika hari ini Anda sedang gagal, jangan putus asa.

Jika hari ini Anda sedang jatuh, jangan terlalu lama berada di bawah.

Bangkitlah.

Cari akal.

Cari solusi.

Cari jalan keluar.

Lalu melangkahlah kembali.

Sebab tidak ada malam yang berlangsung selamanya.

Tidak ada hujan yang turun tanpa berhenti.

Dan tidak ada ujian yang kekal abadi.

Percayalah, setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

Setelah air mata akan datang senyuman.

Setelah perjuangan akan datang kemenangan.

Mari kita belajar menjadi hamba yang sabar, ridha, dan selalu berbaik sangka kepada Allah.

Karena setiap takdir yang Allah tetapkan selalu mengandung kebaikan, meskipun saat ini belum mampu kita pahami.

Berkali kita gagal, lekas bangkit dan cari akal.

Berkali kita jatuh, lekas berdiri, jangan mengeluh.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kuat menghadapi ujian, lapang menerima takdir, dan istiqamah dalam kebaikan.

Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.

Salam blogger persahabatan 
Wijaya Kusumah - omjay 
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.