Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 29 Mei 2026

Amalan Utama di Hari Tasyriq

Amalan Utama di Hari Tasyriq

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd – Omjay, Guru Blogger Indonesia

Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari istimewa yang sering kali dilupakan banyak orang. Setelah gema takbir Idul Adha mulai mereda, sebagian manusia kembali sibuk dengan urusan dunia. Padahal, justru pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah terdapat banyak keberkahan dan amalan utama yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam naskah khutbah Jumat KMM PWM Jawa Tengah dijelaskan bahwa hari-hari Tasyriq merupakan hari yang mulia di sisi Allah SWT. 

Pagi itu Omjay duduk termenung selepas sholat Subuh. Di meja makan masih tersisa hidangan daging kurban yang dimasak keluarga. Aroma sate dan gulai memenuhi rumah. Anak-anak bercanda riang. Suasana terasa hangat dan penuh syukur.

Omjay lalu teringat sabda Rasulullah SAW:

“Hari-hari Tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim). 

Betapa indah ajaran Islam. Bahkan makan dan minum pun bisa bernilai ibadah ketika dilakukan dengan rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam khutbah tersebut dijelaskan bahwa kata Tasyriq berasal dari aktivitas menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar menjadi dendeng dan tahan lama. Ada pula ulama yang mengaitkannya dengan takbir yang dikumandangkan setelah sholat. 

Hari-hari ini bukan hari biasa. Hari Tasyriq adalah hari untuk memperbanyak dzikir, doa, rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Omjay merasakan bahwa kehidupan manusia sebenarnya sangat singkat. Kita sering sibuk mengejar dunia sampai lupa menikmati nikmat yang Allah berikan. Padahal di Hari Tasyriq, Allah mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, menikmati rezeki-Nya, lalu mengingat-Nya dengan penuh rasa syukur.

1. Memperbanyak Takbir, Tahmid, Tasbih, dan Tahlil

Amalan utama pertama di Hari Tasyriq adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dalam khutbah dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir setelah sholat fardhu hingga tanggal 13 Dzulhijjah waktu Ashar. 

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.”

Kalimat takbir itu bukan sekadar lafaz di bibir. Ia adalah pengingat bahwa sebesar apa pun masalah manusia, Allah jauh lebih besar.

Omjay pernah merasakan masa sulit dalam hidup. Saat menyelesaikan studi doktor selama delapan tahun, ada banyak ujian yang datang silih berganti. Kadang lelah, kadang hampir menyerah. Namun setiap kali mendengar takbir, hati terasa kuat kembali.

Takbir mengajarkan manusia untuk tidak sombong. Jabatan, harta, dan popularitas hanyalah titipan sementara. Yang kekal hanyalah Allah SWT.

Karena itu, Hari Tasyriq adalah momentum membersihkan hati melalui dzikir.

2. Memperbanyak Doa

Amalan kedua adalah memperbanyak doa, terutama doa sapu jagat:

“Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.” 

Doa ini sangat indah karena mencakup seluruh kebutuhan manusia. Meminta kebaikan dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari api neraka.

Dalam khutbah disebutkan bahwa para ulama salaf sangat menganjurkan membaca doa tersebut di hari-hari Tasyriq. 

Omjay percaya, doa adalah kekuatan terbesar orang beriman.

Kadang manusia merasa hebat karena teknologi. Merasa mampu melakukan segalanya sendiri. Padahal satu detik saja Allah mencabut kesehatan, manusia tidak akan mampu berbuat apa-apa.

Di Hari Tasyriq, Omjay belajar bahwa hidup harus selalu bergantung kepada Allah. Ketika tangan menengadah dalam doa, sebenarnya manusia sedang mengakui kelemahannya di hadapan Sang Pencipta.

Dan anehnya, justru di situlah letak kekuatan manusia.

3. Banyak Bersyukur kepada Allah

Amalan ketiga adalah memperbanyak syukur. Dalam khutbah disebutkan bahwa pada Hari Tasyriq terkumpul berbagai nikmat badaniyah berupa makanan dan minuman yang Allah karuniakan kepada manusia. 

Allah memberikan daging kurban yang melimpah, makanan bergizi, dan kesehatan untuk menikmatinya.

Namun sayangnya, banyak manusia lupa bersyukur.

Omjay pernah melihat seseorang mengeluh karena menu makanan di rumah tidak sesuai selera. Padahal di luar sana masih banyak saudara kita yang kesulitan makan.

Hari Tasyriq mengajarkan empati.

Ketika kita menikmati sate kurban, ada tetangga yang mungkin baru setahun sekali merasakan nikmatnya makan daging. Ketika kita duduk bersama keluarga, ada orang lain yang sedang menangis kehilangan orang tercinta.

Karena itu syukur bukan hanya ucapan “Alhamdulillah,” tetapi juga kepedulian kepada sesama.

Allah SWT berfirman:

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.” 

Ayat ini sangat dalam maknanya. Orang yang bersyukur bukan hanya bertambah hartanya, tetapi juga bertambah ketenangan hatinya.

Hari Tasyriq dan Makna Kehidupan

Hari-hari Tasyriq sebenarnya mengajarkan keseimbangan hidup.

Ada ibadah. Ada kebersamaan keluarga. Ada makanan. Ada dzikir. Ada doa. Ada rasa syukur.

Islam bukan agama yang mempersulit hidup manusia. Islam mengajarkan kebahagiaan yang penuh keberkahan.

Omjay membayangkan jika setiap keluarga memanfaatkan Hari Tasyriq untuk berkumpul, saling memaafkan, berbagi makanan, dan memperbanyak dzikir, maka rumah-rumah akan dipenuhi ketenangan.

Sayangnya, hari ini banyak orang sibuk memotret makanan untuk media sosial, tetapi lupa menyebut nama Allah sebelum makan.

Padahal keberkahan hidup lahir dari hati yang bersyukur.

Hari Tasyriq juga mengingatkan kita bahwa hidup di dunia hanya sementara. Daging kurban akan habis dimakan. Pesta akan selesai. Tamu akan pulang. Tetapi amal ibadah akan tetap tinggal.

Karena itu, mari isi Hari Tasyriq dengan amal terbaik.

Perbanyak dzikir. Perbanyak doa. Perbanyak syukur. Perbanyak berbagi.

Sebab bisa jadi, inilah Hari Tasyriq terakhir dalam hidup kita.

Dan ketika kelak Allah memanggil kita pulang, semoga kita termasuk hamba yang meninggalkan dunia dalam keadaan hati penuh takbir, lisan penuh syukur, dan jiwa yang selalu mengingat Allah.

“Tulisanku adalah tabunganku untuk menjadi buku yang bermutu dan tersimpan di alat rekam yang ajaib bernama blog.” – Omjay

Sumber: Naskah Khutbah Jumat KMM PWM Jawa Tengah “Amalan Utama di Hari Tasyriq” karya Ust. Dr. Muttaqin, M.H. 

Salam blogger persahabatan 
Wijaya Kusumah - omjay 
Guru bligger indonesia 
Blog https://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.