Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 24 Mei 2026

Sukseskan Gerakan Nasional 1 juta Guru Mahir Koding

Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI: Harapan Baru Pendidikan Indonesia di Era Digital

Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dunia, pendidikan Indonesia menghadapi tantangan besar yang tidak bisa dihindari. Kehadiran Artificial Intelligence (AI), coding, dan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara belajar, cara mengajar, dan cara berpikir generasi muda. Dalam situasi inilah, guru tidak boleh tertinggal. Guru harus mampu menjadi pemimpin perubahan, bukan sekadar penonton perkembangan zaman.

Karena itulah, peluncuran Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan Indonesia. Program besar ini resmi diluncurkan dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PB PGRI di Jakarta pada tanggal 16–18 April 2026.

Gerakan ini bukan hanya sebuah program pelatihan biasa. Ini adalah tonggak sejarah baru transformasi pendidikan Indonesia menuju era kecerdasan artifisial. Sebuah gerakan besar yang membawa harapan agar guru Indonesia mampu berdiri sejajar dengan guru-guru dunia dalam menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, menegaskan bahwa guru harus menjadi pelaku utama transformasi pendidikan. Guru tidak boleh takut terhadap teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dijadikan sahabat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, lebih menarik, dan lebih manusiawi.

Pernyataan tersebut terasa sangat menyentuh hati. Selama ini banyak guru yang merasa cemas menghadapi perkembangan AI. Ada yang takut tergantikan. Ada yang merasa terlambat belajar teknologi. Bahkan ada pula yang menganggap coding dan AI hanya untuk anak muda atau kalangan tertentu saja. Namun melalui gerakan nasional ini, PB PGRI ingin menyampaikan pesan kuat bahwa semua guru bisa belajar, semua guru bisa berkembang, dan semua guru mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI memiliki target yang sangat besar dan visioner. Program ini menargetkan pelatihan bagi satu juta guru Indonesia, melibatkan 50 ribu sekolah, menghadirkan 10 ribu trainer nasional, menghasilkan 3 juta media pembelajaran digital, serta mendorong lahirnya 10 juta proyek teknologi siswa Indonesia.

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik angka itu ada mimpi besar tentang masa depan pendidikan Indonesia. Bayangkan jika jutaan guru mulai memahami AI dan coding. Bayangkan jika siswa Indonesia sejak dini terbiasa berpikir kreatif, kritis, dan inovatif melalui teknologi. Tentu Indonesia akan memiliki generasi emas yang siap bersaing di tingkat global.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Atip Latipulhayat, juga memberikan apresiasi atas langkah progresif PB PGRI tersebut. Menurut beliau, kemampuan AI dan coding bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi kompetensi masa depan yang harus dipersiapkan mulai sekarang.

Apa yang disampaikan pemerintah tersebut memang sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Banyak pekerjaan di masa depan akan berubah akibat AI. Bahkan beberapa jenis pekerjaan mungkin hilang dan digantikan teknologi otomatis. Namun di sisi lain, akan lahir banyak peluang kerja baru yang membutuhkan kemampuan berpikir komputasional, kreativitas digital, dan kecakapan teknologi.

Di sinilah peran guru menjadi sangat penting. Guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga menyiapkan generasi muda menghadapi dunia yang terus berubah. Guru harus mampu membimbing siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi.

Program nasional ini akan dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan daring, workshop praktik, mentoring implementasi di sekolah, hingga showcase inovasi guru dan siswa. Materi yang diberikan juga sangat lengkap, mencakup literasi AI, prompt engineering, coding, computational thinking, pembuatan media pembelajaran digital, pengembangan game edukasi, web development, hingga project-based learning berbasis teknologi.

Menariknya lagi, program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan semata. PB PGRI juga akan menghadirkan platform pembelajaran nasional yang menyediakan LMS pelatihan, repository karya guru, bank prompt AI, bank proyek coding, forum komunitas guru, hingga sistem sertifikasi digital nasional.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Dibutuhkan ekosistem yang mendukung agar guru benar-benar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Direktur Program Nasional Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI, James F. Tomasouw, mengatakan bahwa gerakan ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemerintah, organisasi profesi, universitas, industri teknologi, dan komunitas pendidikan.

Kolaborasi memang menjadi kunci keberhasilan pendidikan masa depan. Dunia pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar guru Indonesia memiliki akses terhadap teknologi dan pelatihan berkualitas.

Banyak peserta Konkernas II PB PGRI menyambut gerakan nasional ini dengan penuh antusiasme. Mereka menilai program ini sebagai salah satu langkah paling progresif dalam sejarah pengembangan kompetensi guru di Indonesia.

Harapan besar kini tertumpu pada gerakan ini. Guru Indonesia selama ini dikenal memiliki semangat luar biasa dalam belajar dan beradaptasi. Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, banyak guru tetap mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang menginspirasi.

Kini saatnya guru Indonesia melangkah lebih jauh. AI bukan ancaman, melainkan peluang. Coding bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi jembatan menuju masa depan pendidikan yang lebih modern dan kreatif.

Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Coding dan AI bukan sekadar program teknologi. Ini adalah gerakan kebangkitan guru Indonesia. Sebuah gerakan yang ingin memastikan bahwa guru tetap menjadi cahaya peradaban di tengah perubahan zaman yang sangat cepat.

Semoga gerakan besar ini benar-benar mampu melahirkan jutaan guru inovator yang menginspirasi anak-anak Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi, berpikir lebih maju, dan menciptakan masa depan bangsa yang lebih gemilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.