ISTINTSAAR: SUNNAH RASUL YANG MENYEHATKAN DAN SERING DILUPAKAN
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay, Guru Blogger Indonesia
Pagi itu udara di Kampung Bojong, Wanaraja, Garut terasa begitu sejuk. Kabut tipis masih menyelimuti pepohonan dan sawah yang membentang hijau di depan rumah keluarga Omjay. Ayam jantan berkokok bersahut-sahutan. Suara azan Subuh dari masjid kampung terdengar merdu menembus kesunyian pagi.
Omjay terbangun perlahan dari tidurnya. Seperti biasa, sebelum beranjak dari tempat tidur, Omjay duduk sejenak. Kebiasaan ini sudah lama dilakukan. Selain memberi kesempatan tubuh menyesuaikan diri setelah tidur, Omjay juga ingin memulai hari dengan mengingat Allah SWT.
Lalu Omjay membaca doa bangun tidur yang diajarkan Rasulullah SAW:
"Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur."
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami (tidur), dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan.
Setelah membaca doa tersebut, Omjay teringat sebuah tulisan yang dibagikan oleh sahabatnya mengenai sunnah Rasulullah SAW yang sering diabaikan banyak orang, yaitu Istintsaar.
Awalnya Omjay mengira hal itu hanya bagian kecil dari wudhu yang biasa dilakukan sehari-hari. Namun setelah membaca hadis-hadis yang menjelaskannya, Omjay merasa bahwa sunnah ini menyimpan hikmah yang luar biasa.
Istintsaar adalah mengeluarkan air dari hidung setelah sebelumnya memasukkannya ke dalam rongga hidung. Biasanya dilakukan bersamaan dengan istinsyaq, yaitu menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia beristintsaar tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam di dalam hidungnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika membaca hadis tersebut, Omjay merenung cukup lama.
Mengapa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada hidung saat bangun tidur?
Ternyata Islam tidak pernah mengajarkan sesuatu tanpa hikmah. Apa yang diajarkan Rasulullah SAW selalu mengandung manfaat, baik yang dapat dipahami secara langsung maupun yang baru diketahui manusia setelah ilmu pengetahuan berkembang.
Omjay kemudian menuju kamar mandi untuk berwudhu. Dengan perlahan ia memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali. Dilakukan tiga kali sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Rasanya begitu segar.
Udara pagi yang sebelumnya terasa berat kini terasa lebih ringan masuk ke rongga pernapasan.
Omjay teringat penjelasan para ulama bahwa secara syariat, istintsaar merupakan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan. Dalam Mazhab Syafi'i dan mayoritas ulama, amalan ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan wudhu.
Namun yang lebih menarik perhatian Omjay adalah penjelasan dari sisi kesehatan.
Saat manusia tidur selama berjam-jam, berbagai partikel debu, kuman, lendir, dan kotoran dapat menumpuk di rongga hidung. Membersihkan hidung dengan air membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan atas.
Dalam dunia medis modern, praktik membersihkan rongga hidung bahkan dikenal sebagai salah satu cara menjaga kesehatan pernapasan. Banyak dokter THT menganjurkan pembilasan hidung untuk membantu membersihkan saluran napas dari debu dan alergen.
Subhanallah.
Empat belas abad yang lalu Rasulullah SAW sudah mengajarkan kebiasaan sehat ini kepada umatnya.
Omjay semakin yakin bahwa Islam bukan hanya agama ibadah ritual, tetapi juga agama yang sangat memperhatikan kesehatan manusia.
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, banyak orang mencari berbagai metode kesehatan modern. Ada yang membeli alat pembersih hidung mahal. Ada yang mengonsumsi suplemen kesehatan dengan harga tinggi.
Padahal sebagian solusi kesehatan telah diajarkan Rasulullah SAW sejak dahulu.
Sayangnya, sering kali kita lebih tertarik pada hal-hal baru daripada menghidupkan sunnah yang sederhana.
Omjay teringat pesan gurunya ketika masih muda.
"Kebaikan yang kecil tetapi dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan sesekali."
Istintsaar mungkin terlihat sederhana.
Tidak membutuhkan biaya.
Tidak membutuhkan alat khusus.
Tidak membutuhkan waktu lama.
Namun manfaatnya luar biasa.
Selain membersihkan hidung secara fisik, amalan ini juga menjadi bentuk ketaatan kepada Rasulullah SAW.
Bukankah seorang muslim sejati berusaha meneladani Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupannya?
Mulai dari bangun tidur, makan, minum, bekerja, hingga tidur kembali.
Pagi itu setelah selesai berwudhu dan melaksanakan shalat Subuh, Omjay duduk di depan laptop kesayangannya.
Jari-jarinya mulai menari di atas keyboard.
Omjay ingin menuliskan pengalaman dan renungannya agar semakin banyak orang mengenal sunnah yang satu ini.
Sebagaimana yang selalu Omjay katakan kepada para peserta pelatihan menulis:
"Tulisan yang baik adalah tulisan yang memberi manfaat bagi orang lain."
Bisa jadi ada pembaca yang selama ini langsung bangun dan beraktivitas tanpa mengetahui sunnah istintsaar.
Bisa jadi ada pembaca yang baru menyadari bahwa membersihkan hidung setelah bangun tidur bukan sekadar kebiasaan biasa, melainkan ajaran Rasulullah SAW yang sarat hikmah.
Omjay berharap tulisan sederhana ini menjadi pengingat bagi dirinya sendiri terlebih dahulu.
Karena sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan hanya akan menjadi catatan di kepala. Namun ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya dalam kehidupan.
Menjelang matahari terbit, Omjay menutup laptopnya.
Di luar rumah, suara burung mulai ramai berkicau. Cahaya keemasan menyinari dedaunan yang basah oleh embun pagi.
Omjay tersenyum.
Hari baru telah dimulai.
Dimulai dengan doa.
Dimulai dengan wudhu.
Dimulai dengan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
Sunnah yang mungkin sederhana, tetapi mampu menghadirkan keberkahan dalam hidup.
Semoga kita semua diberi kemudahan untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sunnah istintsaar yang menyehatkan tubuh sekaligus membersihkan jiwa.
Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
"Allahumma a'innaa 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik."
"Ya Allah, tolonglah kami agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya."
Aamiin ya Rabbal 'Alamiin.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.