Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 31 Mei 2026

Ketika Omjay Bermimpi Menerbitkan Buku

Ketika Mimpi Menjadi Buku: Kisah Omjay Menyaksikan Cahaya Literasi dari KBMN 34

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay, Guru Blogger Indonesia

Malam itu langit terasa biasa saja. Tidak ada bintang yang jatuh. Tidak ada petir yang menyambar. Tidak ada peristiwa besar yang menghentikan langkah manusia.

Namun di balik layar gawai dan laptop para peserta KBMN 34, sesungguhnya sedang lahir sebuah peristiwa yang jauh lebih besar.

Peristiwa itu bernama harapan.

Harapan yang ditulis dengan jari-jari penuh semangat.

Harapan yang dirangkai menjadi kalimat demi kalimat.

Harapan yang suatu saat akan menjelma menjadi sebuah buku.

Omjay tersenyum ketika melihat satu demi satu resume Pertemuan ke-17 KBMN 34 masuk ke dalam daftar pengumpulan tugas. Nama-nama itu bukan sekadar deretan peserta. Mereka adalah para pejuang literasi yang sedang berjalan menuju impian mereka masing-masing.

Ada Ibu Imas Masitoh.

Ada Hayatunnufus.

Ada Tuti Umyati.

Ada Tini Suhartini.

Ada Emi Suhaimi.

Ada Nani Suryani.

Ada ST. Rahmawati.

Ada Anis Solihah.

Ada Sa'diyah.

Mereka mungkin tinggal berjauhan.

Mereka mungkin berbeda usia.

Mereka mungkin memiliki profesi dan kesibukan yang tidak sama.

Namun malam itu mereka dipersatukan oleh satu hal yang sangat mulia.

Keinginan untuk menulis.

Dan lebih dari itu, keinginan untuk menerbitkan buku.

---

Omjay teringat masa lalu.

Bertahun-tahun yang lalu, Omjay juga pernah berdiri di titik yang sama.

Penuh keraguan.

Penuh pertanyaan.

"Apakah saya bisa menulis buku?"

"Apakah tulisan saya layak dibaca?"

"Apakah ada yang mau membeli buku saya?"

Pertanyaan itu terus berputar di kepala.

Sampai akhirnya Omjay menyadari satu hal penting.

Tidak ada penulis hebat yang langsung lahir sebagai penulis hebat.

Semua berawal dari keberanian menulis satu halaman pertama.

Semua berawal dari keberanian mempublikasikan tulisan pertama.

Semua berawal dari keberanian bermimpi.

Malam itu narasumber KBMN 34, Cak Inin Nastain, membagikan pengalaman dan ilmunya tentang dunia penerbitan buku.

Bagi sebagian orang, menerbitkan buku terdengar rumit.

Mahal.

Melelahkan.

Banyak syarat.

Banyak kendala.

Namun setelah mengikuti materi tersebut, para peserta mulai memahami bahwa menerbitkan buku saat ini jauh lebih mudah dibandingkan dahulu.

Teknologi telah membuka jalan.

Internet telah menjembatani mimpi.

Platform digital telah memperpendek jarak antara penulis dan pembaca.

Yang paling sulit ternyata bukan menerbitkan buku.

Yang paling sulit justru adalah memulai menulis.

---

Omjay selalu percaya bahwa setiap manusia memiliki kisah yang layak dibukukan.

Setiap guru memiliki pengalaman yang berharga.

Setiap ibu memiliki cerita perjuangan.

Setiap ayah memiliki pelajaran kehidupan.

Setiap anak memiliki impian.

Masalahnya bukan pada ada atau tidaknya cerita.

Masalahnya adalah apakah cerita itu dituliskan atau tidak.

Betapa banyak pengalaman berharga yang hilang begitu saja karena tidak pernah dicatat.

Betapa banyak ilmu yang ikut terkubur bersama pemiliknya karena tidak pernah diwariskan dalam bentuk tulisan.

Padahal tulisan adalah mesin waktu yang mampu membawa pikiran seseorang melintasi zaman.

Tulisan mampu membuat seseorang tetap hidup meski raganya telah lama tiada.

Tulisan mampu menyentuh hati orang yang bahkan belum pernah kita kenal.

Karena itulah Omjay selalu mengatakan kepada para peserta KBMN:

"Tulisanmu adalah tabunganmu."

Ketika orang lain menabung uang di bank, penulis menabung kata demi kata.

Ketika orang lain mengumpulkan emas, penulis mengumpulkan gagasan.

Ketika orang lain menyimpan harta di brankas, penulis menyimpan pengalaman di blog.

Dan suatu saat nanti, tabungan itu akan tumbuh menjadi buku yang bernilai.

---

Melihat daftar resume yang terus bertambah, hati Omjay terasa hangat.

Ada rasa bahagia yang sulit dijelaskan.

Bahagia karena melihat semangat literasi terus menyala.

Bahagia karena semakin banyak guru yang berani menulis.

Bahagia karena semakin banyak orang yang percaya bahwa dirinya mampu menjadi penulis.

Dulu banyak peserta yang berkata:

"Saya tidak bisa menulis."

"Saya bingung memulai."

"Saya tidak punya bakat."

Namun kini mereka mampu membuat resume yang rapi.

Mampu menulis refleksi.

Mampu membagikan pengalaman belajar.

Mampu menyusun artikel yang menarik.

Itulah bukti bahwa kemampuan menulis bukan bakat semata.

Menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih.

Semakin sering menulis, semakin tajam kemampuan berpikir.

Semakin sering menulis, semakin kaya kosakata.

Semakin sering menulis, semakin kuat rasa percaya diri.

---

Omjay membayangkan beberapa tahun ke depan.

Mungkin suatu hari nanti Omjay akan berjalan memasuki sebuah toko buku.

Di rak-rak buku itu berjajar karya para alumni KBMN.

Ada buku karya Ibu Imas.

Ada buku karya Hayatunnufus.

Ada buku karya Tuti Umyati.

Ada buku karya Tini Suhartini.

Ada buku karya Emi Suhaimi.

Ada buku karya Nani Suryani.

Ada buku karya Rahmawati.

Ada buku karya Anis Solihah.

Ada buku karya Sa'diyah.

Dan mungkin masih banyak lagi.

Saat itu Omjay akan tersenyum bangga.

Karena setiap buku yang lahir bukan hanya kumpulan kertas dan tinta.

Melainkan bukti bahwa seseorang pernah berani memperjuangkan mimpinya.

---

Sebelum menutup laptop malam itu, Omjay kembali menatap daftar resume peserta.

Di balik setiap tautan blog, tersimpan semangat yang luar biasa.

Di balik setiap artikel, tersimpan harapan yang besar.

Di balik setiap kata, tersimpan impian yang sedang tumbuh.

Maka Omjay ingin berpesan kepada seluruh peserta KBMN 34:

Jangan pernah berhenti menulis.

Jangan menunggu sempurna untuk mulai.

Jangan menunggu hebat untuk berkarya.

Tulislah hari ini.

Tulislah apa yang Anda lihat.

Tulislah apa yang Anda rasakan.

Tulislah apa yang Anda alami.

Karena setiap tulisan yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalan menuju hati pembacanya.

Dan ingatlah satu hal yang selalu Omjay yakini:

Buku besar selalu dimulai dari satu halaman. Tulisan hebat selalu dimulai dari satu kalimat. Penulis terkenal selalu dimulai dari keberanian untuk menulis hari ini.

Mari terus menulis.

Mari terus berbagi.

Mari terus menyalakan cahaya literasi Indonesia.

Sebab boleh jadi, tulisan yang sedang Anda ketik malam ini akan menjadi warisan terbaik yang tetap hidup bahkan ketika usia kita telah berhenti menghitung waktu.

Salam blogger persahabatan 
Wijaya Kusumah - omjay 
Guru blogger indonesia 
Blog https://wijayalabs.com

1 komentar:

  1. Terima kasih supportnya Om Jay. Bismillah semoga bisa menerbitkan buku solo💪

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.