Webinar APKS PGRI Bengkulu: Menanamkan Jiwa Inovator Melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Coding dan Kecerdasan Artifisial
Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026 terasa begitu kuat dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh APKS PGRI Provinsi Bengkulu. Webinar bertema “Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis DTBL (Design Thinking Based Learning) – KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk Menanamkan Jiwa Inovator Berbasis Solusi” menjadi ruang belajar bersama bagi para guru dan insan pendidikan untuk menyongsong masa depan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan bermutu.
Kegiatan webinar tersebut dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB melalui Zoom Meeting. Sejak pagi hari, para peserta, panitia, dan undangan sudah mulai memasuki ruang virtual dengan penuh antusias. Banyak guru dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu ikut hadir untuk mendengarkan paparan materi tentang pembelajaran mendalam yang kini menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan.
Acara diawali dengan proses pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta webinar. Momentum tersebut mengingatkan kembali bahwa guru memiliki peran besar dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.
Ketua APKS PGRI Provinsi Bengkulu, Dr. Asep Suparman, S.Pi., M.Pd menyampaikan laporan kegiatan webinar. Dalam laporannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Menurut beliau, pendekatan pembelajaran mendalam berbasis DTBL-KKA sangat relevan diterapkan di era digital saat ini. Peserta didik perlu dilatih untuk berpikir solutif, kreatif, dan mampu menghasilkan inovasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu memahami bagaimana mengintegrasikan coding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Dr. H. Haryadi, S.Pd., MM., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dihindari. Guru harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kehadiran kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) bukan ancaman bagi guru, tetapi alat bantu yang dapat memperkuat kualitas pembelajaran apabila digunakan secara bijak.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk tidak takut mempelajari teknologi baru. Guru Indonesia, khususnya di Bengkulu, harus mampu menjadi pelopor perubahan pendidikan. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, guru akan tetap menjadi sosok penting dalam mendidik generasi bangsa.
Kegiatan webinar semakin bermakna dengan sambutan dan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan bermutu untuk semua bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang membuat peserta didik aktif berpikir, aktif bertanya, dan aktif menciptakan solusi.
Beliau menilai bahwa pendekatan Design Thinking Based Learning sangat tepat diterapkan karena mampu melatih peserta didik memahami masalah nyata di lingkungan sekitar, kemudian mencari solusi melalui kreativitas dan kolaborasi. Ketika coding dan kecerdasan artifisial dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam, maka peserta didik akan memiliki kemampuan inovasi yang lebih kuat.
Puncak pembukaan webinar ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi acara oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa guru Indonesia harus terus bergerak maju mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan global. Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, sedangkan sentuhan hati seorang guru tetap menjadi kekuatan utama pendidikan.
Prof. Unifah Rosyidi juga memberikan motivasi kepada para guru agar tidak berhenti belajar. Menurut beliau, guru yang terus belajar akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Pendidikan Indonesia membutuhkan guru-guru inovatif yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang.
Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti berupa paparan materi dari narasumber utama, Dr. Rahmad Ramelan Setia Budi, M.Pd.
Dalam pemaparannya, Dr. Rahmad menjelaskan secara detail tentang implementasi pembelajaran mendalam berbasis DTBL-KKA. Beliau menerangkan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada hafalan materi, tetapi menekankan pada pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Beliau juga menjelaskan bahwa pendekatan Design Thinking membantu peserta didik memahami masalah nyata melalui beberapa tahapan, mulai dari memahami kebutuhan pengguna, merumuskan masalah, mencari ide solusi, membuat prototipe, hingga melakukan evaluasi. Ketika proses tersebut dipadukan dengan coding dan kecerdasan artifisial, peserta didik akan terbiasa berpikir inovatif dan berbasis solusi.
Paparan materi berlangsung menarik dan interaktif. Banyak peserta terlihat antusias menyimak penjelasan narasumber. Bahkan dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan muncul dari para guru mengenai implementasi AI di sekolah, tantangan penggunaan teknologi, hingga strategi pembelajaran coding yang mudah diterapkan di kelas.
Moderator webinar, Fenty Hanifa Carolina, M.Pd, berhasil memandu jalannya diskusi dengan sangat baik sehingga suasana webinar tetap hidup dan penuh semangat belajar.
Kegiatan webinar ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan Indonesia terus bergerak maju. Guru-guru kini semakin terbuka terhadap inovasi dan teknologi pembelajaran. Webinar APKS PGRI Provinsi Bengkulu bukan hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi para guru untuk terus berkembang.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, guru memang dituntut untuk mampu beradaptasi. Namun lebih dari itu, guru juga harus tetap menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan semangat gotong royong kepada peserta didik.
Melalui webinar ini, semangat pendidikan bermutu untuk semua semakin terasa nyata. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing lahirnya generasi inovator masa depan yang mampu menciptakan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Sebagaimana semangat Hardiknas dan Harkitnas, pendidikan sejatinya adalah jalan kebangkitan bangsa. Ketika guru terus belajar dan berinovasi, maka Indonesia akan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.